FILSAFAT
FILSAFAT
filsafat
Filsafat berasal dari Yunani berasal dari kata Philos (cinta), Sophos (kebijaksanaan), tahun dengan mendalam, hikmah.
Filsafat menunjukkan pengertian yang dimaksud,yaitu pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab asal dan hukumnya.
Kedalaman Filsafat
filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis.
• Filsafat merupakan sebuah proses bukan sebuah produk.
• Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak.
Pengertian Pokok Filsafat 1. Upaya spekulatif untuk menyajikan suatup andangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas.
2. Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar secara nyata.
3. Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan sumber daya, hakikatnya, keabsahannya, dan nilainya.
4. Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan. 5. Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk menyatakan apa yang Anda lihat.
Immanuel Kant (1724–1804) berpendapat filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal
segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya 5
persoalan:
1. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu?
Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika
2. Apakah yang dapat kita ketahui?
Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi.
3. Apakah yang seharusnya kita kerjakan?
Jawabannya termasuk dalam bidang etika.
4. Sampai di manakah harapan kita?
Jawabannya termasuk pada bidang agama.
5. Apakah yang dinamakan manusia itu?
Jawabannya termasuk pada bidang antropologi.
Ada tiga karakteristik berpikir
filsafat
1. Sifat menyeluruh: seseorang ilmuwan tidak akan pernah puas jika hanya mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Hal ini akan membuat ilmuwan tidak merasa sombong dan paling hebat.
2. Sifat mendasar: yaitu sifat yang tidak saja begitu percaya bahwa ilmu itu benar.
3. Spekulatif: dalam menyusun sebuah lingkaran dan menentukan titik awal sebuah lingkaran yang sekaligus menjadi titik akhirnya dibutuhkan sebuah sifat spekulatif baik sisi proses, analisis maupun pembuktiannya. Sehingga dapat dipisahkan mana yang logis atau tidak.
Timbulnya dan Obyek Filsafat
▶Timbulnya Filsafat : Bertanya
▶Obyek Filsafat:
Obyek Material: Tiga persoalan pokok:
1. Hakikat Tuhan
2. Hakikat Alam
3. Hakikat Manusia
Formal: Ialah usaha mencari keterangan secara
radikal (sedalam-dalamnya sampai keakarnya)
tentang obyek materi filsafat.
Manfaat filsafat dalam kehidupan
1. Sebagai dasar dalam bertindak.
2. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
3. Untuk mengurangi salah paham dan konflik.
4. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang Menjadi selalu berubah.